Brands Performance

Editor senior Harvard Business Review (HBR) Regina Fazio Maruca pada tahun 1994 di HBR dan kemudian diterbitkan dalam bentuk buku dengan judul HBR on Brand Management menceritakan tentang shampoo merek La Shampoo yang mengalami kesulitan. Judulnya menarik Can This Brand be Saved?. Dapatkan merek ini diselamatkan? Diceritakan bahwa Shampoo yang diluncurkan pada tahun 1975 dan ditargetkan untuk wanita antara 15 – 30 tahun dan memiliki slogan dari awal “La Shampoo: For the look and feel of france” ini sebelumnya kinerjanya bagus, akan tetapi sejak tahun 1989 terus mengalami penurunan.

Kasus yang sama barangkali terjadi dengan banyak merek diIndonesia, yang semula sangat menguasai pasar, akan tetapi di satu titik tiba-tiba pertumbuhannya berhenti, bahkan mengalami penurunan dan terus menurun sampai akhirnya disalib oleh merek lain yang sebelumnya sama sekali belum terdengar. Kasus yang terjadi dalam 5 tahun terakhir ini misalnya bagaimana kuatnya oli Mesran sampai dengan tahun 2002, dan menurut penelitian MARS dari tahun 1994, tidak ada satupun merek oli yang mampu melawan karena memang kebijakan pemerintah juga menopang keberhasilannya. Akan tetapi ketika pasar dibebaskan dan siapapun boleh masuk ke pasar oli, tiba-tiba ada Oli merek Top 1. Mula-mula pasar oli sepeda motor dulu yang dikuasai oleh Top 1, kemudian baru kendaraan roda 4.

Apa yang sesungguhnya terjadi ? apakah menangnya Top 1 dalam persaingan dengan Mesran tersebut terjadi secara tiba-tiba atau dalam kurun waktu yang pendek sehingga Mesran tidak siap untuk menghadapinya ? Sepertinya tidak. Pindahnya seorang konsumen dari sebuah merek ke merek yang lain, apalagi produk tersebut termasuk semi-high involvement, memakan waktu yang tidak sedikit. Ada sebuah proses yang secara teratur dijalankan oleh konsumen sampai akhirnya mereka memutuskan menggunakan merek tertentu. Konsumen selalu rasional dalam mengambil keputusan, akan tetapi variabel yang digunakannya sebagai dasar pengambilan keputusan seringkali tidak dipahami oleh marketer.  (Asto S. Subroto)

 

GDE Error: Unable to load profile settings

4 thoughts on “Brands Performance

  1. adithya

    dengan melakukan measuring brand performance perusahaan dapat membuat strategi increasing revenue secara eksponensial…karena pada prinsipnya, suatu saat tertentu brand performance akan turun mengikuti pola diminishing return..jadi waspadalah…waspadalah!!! hehe.

    Reply
  2. Jhon Hardi

    benar sekali saudaraku, justru itulah perlunya marketing metrict mendampingi konsep marketing konvensional yang beranggapan bahwa’ marketing adalah Art. Lebih lengkap maka konsep marketing metrict meengkaitkan marketing adalah Art, sains and metrict….

    Reply
  3. Brandon

    Kalimat terkahir : coz tsrekean memanfaatkan blogger untuk bekerja sebagai marketingnya dia (he..he..he..) kayaknya saya ikut sepakat .. makanya saya jarang ikut maksudnya belum pernah ikut .

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>