Monthly Archives: September 2012

Seminar ” SUKSES MULIA” Penyelenggara PT. Astra International, Tbk

Assallamu’allaikum wrwb

Seminar ” SUKSES MULIA” Penyelenggara PT. Astra International, Tbk
Tempat di Grandcity Surabaya
Pendaftaran paling lambat tgl 3 oktober 2012, cukup tulis nama yang benar dan sms ke 081703083599 jumlah peserta terbatas hanya 400 orang saja…
Seminar InsyaAllah hari Minggu tgl 21 okt 2012 jam 09.00 sd 11.00 wib
Gratis, dan dapatkan fasilitas :

– Seragam Seminar
– Sertifikat
– Souvenir
– Doorprize
– Konsumsi

Dan tentunya….pengalaman menarik JELAJAHI DUNIA ASTRA…

– Produk-Produk Terbaru dari Grup Astra
– Melihat pameran 161 perusahaan, 6 lini bisnis dan 8 Yayasan Astra group
– Bursa Kerja bagi mahasiswa yang belum bekerja
– Melihat hiburan Klanthink dan Naif band

Sebarkan info ini kepada rekan mahasiswa, bisnis pemula, madya maupun yang sudah kawakan…..

Bila anda sudah mendaftar, maka Astra akan meminta anda untuk mengambil undangan resmi seminar …sebagai bukti anda teregister

Salam
Satu Indonesia, Semangat Astra Terpadu Untuk Indonesia

PEOPLE DON’T NEED A PROFIT MOTIVE TO INNOVATE

Dimana pada artikel ini seseorang melakukan suatu inovasi yang membuat mereka juga bersaing dengan  perlindungan hak paten. Serta inovasi – inovasi yang mereka buat tersebut sebenarnya dapat menghasilkan keuntungan ekonomi.

Penelitian yang dilkukan oleh seseorang dari AS, Jepang , UK, menemukan bahwa banyak produk konsumen yang dikembangkan oleh konsumen sendiri, bukan oleh perusahaan. Contohnya adalah di Inggris 6,1% orang telah membuat dan memodifikasi produk konsumen dalam 3 tahun terakhir. Secara keseluruhan konsumen Inggris menghabiskan 2,3 kali lebih pada inovasi konsumen dari semua perusahaan Inggris. Hanya 2% dari inovasi konsumen yang idenya dipatenkan, dan malah banyak yang didistribusikan secara gratis.

  • Namun sekarang pertanyaannya adalah apakah inovasi dapat berkembang jika ide tidak dilindungi dan dibayar?

Sesuai pendapat Von Hippel, dimana Banyak biaya yang berkaitan dengan inovasi telah jatuh drastis karena kemajuan teknologi.Pengguna menemukan biaya yang lebih murah untuk mengembangkan produk persis dengan yang mereka inginkan untuk diri mereka sendiri. Kita tahu bahwa hanya sebagian kecil dari pengguna inovator melindungi ide-ide mereka dari pengekor melalui paten atau cara lain, namun inovasi saat ini memang sedang berkembang.

  • Lalu mengapa orang tidak ingin melindungi inovasi pada produk mereka ?

Ada contoh lagi seperti yang ada pada artikel ini, dimana seorang pecinta sepeda memiliki sepeda dan membuat inovasi baru sepeda gunungnya dan menggunakannya setiap hari, dan orang-orang disekitarnya melihat, ingin mencoba, dan menanyakan sepedanya tersebut, karena terlihat berbeda. Pada suatu saat orang lain yang pernah tau sepedanya berusaha meniru inovasi tersebut. Nah apakah hal itu akan menyakiti si pembuat inovasi sepeda gunung? Ternyata jawabannya adalah tidak, dengan alasan bahwa inovasi tersebut malah meningkatkan reputasinya, dan pengguna lain malah bisa mengembangkan dan perbaikan dari inovasi sepeda yang telah dia buat. Dan jika perusahaan sepeda suatu saat akan membuat produk seperti inovasi yang telah dibuat seseorang tadi secara komersial dan menghasilkan banyak keuntungan mungkin memang akan sedikit mengganggunya, tetapi seseorang tersebut mengatakan bahwa hal itu tidak akan mempengaruhi insentif aslinya untuk berinovasi dan diharapkan itu menjadi investasi yang telah dibuatnya.

Cerita yang sama sehubungan dengan konsumen  yang berinovasi. Disini dikatakan bahwa suatu perusahaan menciptakan mesin baru untuk digunakan dalam suatu proses manufaktur. Seseorang yang bernama Jeroen de Jong beserta seseorang mengetahui bahwa perusahaan seringkali mengungkapkan inovasi kepada pemasok secara gratis.

Hal itu dilakukan karena perusahaan akan mendapat keuntungan jika pemasok mulai membangun inovasi mereka secara komersial.

Namun pada sutu titik tertentu pada akhirnya harus membayar untuk melindungi ide-ide tersebut.

Seperti merk Gillete, tidak pernah kita lihat dia berinovasi dengan produk yang baru.Namun Gillete memiliki keunggulan kompetitif yang besar bagi mereka. Yaitu ketajaman mata pisaunya yang belum ada yang bisa menyainginya

Sehingga dapat kita ketahui bahwa sebenarnya suatu gagasan untuk berinovasi itu muncul ketika ada tingakat persaingan naik.Misal saja, pengendara sepeda tidak dapat berinovasi jika tidak ada perlombaan sepeda, dsb.

Namun memang tidak semua menganggap membuat inovasi adalah sebagai suatu persaingan, oleh karena itu mereka mengungkapkan inovasi mereka secara gratis.

Namun saat ini bahwa para konsumen dari produsen pertama telah menghasilkan suatu bahan yang sangat penting dari suatu inovasi yang mereka buat dan diumumkan secara gratis, kemudian produsen kedua mengadopsi inovasi trersebut dan mengembangkannya.Dan tidak terlihat perusahaan mengeluh tentang hal itu.

  • Ø Mengenai Paradigma yang selama ini adalah “Produsen berinovasi dan konsumen/pengguna tidak”, namun paradigma itu ternyata salah. Misalnya :
  1. Twitter tahu benar bahwa penggunanya adalah orang-orang yang awalnya mengembangkan fungsi baru, lalu perusahaan akhirnya mengadopsi dan monetizes.
  2. Pengalaman Microsoft dengan aksesori Kinect itu diperkenalkan untuk Xbox 360. Tak lama setelah produk yang keluar, banyak pengguna dimodifikasi dan diperbaiki dan menciptakan aplikasi baru.
  3. Microsoft pertama menyayangkan “hacking” produknya oleh pengguna. Kemudian, dalam beberapa hari, ia berbalik arah dan bertepuk tangan dan menawarkan dukungan kepada para pengguna yang sama.

Dan hal ini menjadikan keuntungan provit.

GDE Error: Unable to load profile settings

Inspirasi Budaya Kampoeng

Sudah tahukah anda dengan genduren ?

yaitu tradisi kuno pada masa kerajaan dan genduren merupakan bentuk wujud masyarakat Jawa.

Namanya saja “genduren” genduren itu artinya Kenduri. Tergantung waktunya, semisal Kenduri menyambut Suro, berarti Kenduri malam Suroan, Kenduri menyambut 17 Agustus berarti Maleman dll. Saya tidak menyoroti agama apa yang pertamakali melakukan tradisi ini namun saya hanya akan menyampaikan bahwa malakukan genduren biasanya adalah sebagai wujud persembahan dan bentuk sukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Terkait dengan Kenduri, banyak hal yang bisa diambil sebagai penyokong kekuatan bangsa. Kita sebagai penduduk jawa tentunya kita harus bisa menjaga tradisi nenek moyang kita yang mulai jarang kita temui di kalangan masyarakat agar budaya kita tidak punah. Yaitu dengan cara melestarikan dan mendukung segala bentuk tradisi adat. masih banyak lagi sejarah yang dapat kita gali dan jadikanlah sejarah merupakan sebagian dari hidup kita dan menjadi suatu yang menarik untuk didalami lagi kisahnya. (jhon hardi n Tri kris diantoro)